Contoh Laporan Monev PKM M










LAPORAN KEMAJUAN
PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA


ENVIRONMENT SCHOOL : SEKOLAH PERCONTOHAN PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP GUNA MENCETAK DUTA LINGKUNGAN SEJAK DINI DI KALANGAN PELAJAR SD

BIDANG KEGIATAN:
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT


Oleh:
Khabibi Nurrofi’ Pratama                 E14090095   Angkatan 2009
Indra Permadi                        E14090084   Angkatan 2009
Rahmad Supri Anggono                E14090109   Angkatan 2009
Sri Wahyuni                      E14100003   Angkatan 2010
Novita Wulandari                 E14100067   Angkatan 2010



INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2012
1.      Target Luaran
Luaran yang diharapkan dari kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat Environment School ini adalah menjadi sekolah percontohan yang mengajarkan dan menerapkan mengenai pentingnya melestarikan lingkungan. Dari program ini, untuk jangka panjangnya juga diharapkan akan tercipta generasi muda yang peduli terhadap kelestarian lingkungan. Selain itu, sekolah percontohan ini diharapkan dapat menjadi contoh sekolah-sekolah lain supaya mengajarkan nilai-nilai etika lingkungan kepada peserta didiknya sehingga kedepannya pemahaman mengenai pentingnya kelestarian lingkungan dimiliki masyarakat secara menyeluruh yang selanjutnya terjadi perubahan pola pikir atau pandangan masyarakat umum tentang nilai-nilai etika lingkungan. Terlepas dari itu, target luaran yang harus dicapai adalah adanya penilaian hasil evaluasi berupa tingkat keberhasilan program yaitu:
·         Meningkatnya pengetahuan, keterampilan dan pendidik dan peserta didik tentang nilai-nilai dalam menjaga kelestarian  lingkungan
·         Terciptanya lingkungan sekolah yang bersih dan adanya pengelolaan sampah skala sekolah.
·         Tumbuhnya budaya menanam dan membuang sampah pada tempatnya dari pengajar dan pelajar serta dapat terbawa ke masyarakat luas
2.      Metode
Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sebagai berikut:
1.      Sosialisai program
Sosialisasi program dilakukan kepada pengajar dan pelajar. Untuk sosialisasi pada pengajar selain memaparkan program, juga dilakukan pencocokan jadwal kegiatan PKM dengan KBM dari sekolah, sehingga dapat disusun timeline yang jelas. Sedangkan untuk sosialisasi kepada pelajar dilakukan kepada seluruh siswa kelas satu sampai kelas lima dengan mendatangi tiap-tiap kelas. Selain memberi tahu mengenai akan diadakannya lomba kelestarian kelas dan duta lingkungan sekolah, juga dilakukan penyebaran pre-test kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan pelajar mengenai lingkungan. Pada sosialisasi ini juga diberikan skema ilustrasi mengenai bencana banjir, penyebab banjir dan cara menanggulanginya yang kemudian dikaitkan dengan program PKM misalnya pengelolaan sampah skala sekolah. Dalam sosialisasi ini pula dilakukan pemilihan calon duta lingkungan sekolah untuk mewakili kelas masing-masing.

2.      Pelaksanaan lomba kelestarian kelas
Pelaksanaan lomba kelestarian kelas dilakukan dengan adanya sosialisasi ke tiap kelas mengenai dampak dari buang sampah sembarangan. Sealin itu saat sosialisasi juga disampaikan kriteria penilaian lomba kelestarian kelas yang meliputi kebersihan kelas, dekorasi kelas dari bahan daur ulang dan tanaman kelas (untuk pelaksanaan dekorasi kelas dan tanaman kelas diadakan setelah presentasi calon duta kepada teman sekelasnya).
3.      Pelaksanaan lomba duta lingkungan sekolah
Pelaksanaan lomba duta lingkungan sekolah dilakukan dengan pemberian materi berupa pengertian etika lingkungan, dampak apabila etika lingkungan tidak diterapkan dalam kehidupan, pengomposan, penanaman tanaman (sawi) dan cara mengamati pertumbuhannya. Selanjutnya dilakukan prektek pengomposan dan penanaman. Lalu kriteria calon duta lingkungan sekolah meliputi keaktifan calon duta ketika pelatihan dan kecakapan ketika presentasi.

4.      Presentasi
Presentasi dalam hal ini merupakan pemaparan dari calon duta lingkungan sekolah kepada teman sekelasnya. Selain sebagai proses transfer pengetahuan oleh calon duta ke teman-temannya kegiatan ini juga merupakan penilaian lomba duta lingkungan sekolah.
5.      Kegiatan Lapang
Kegiatan lapang ini meliputi kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah, penanaman pohon, ilustrasi pengomposan dan pengumuman lomba serta pembagian post-test kuesioner.
3.       Kemajuan Pekerjaan
Kegiatan PKM-M mengenai pendidikan lingkungan ini dilaksanakan selama dua puluh tujuh kali pertemuan yaitu baik pertemuan dengan dosen pembimbing maupun pertemuan dengan siswa SDN Situ Gede 4. Namun, untuk kegiatan pendidikan lingkungan di SDN Situ Gede 4 dilakukan sebanyak dua belas pertemuan yang merupakan rangkaian kegiatan mulai dari sosialisasi hingga pengumuman lomba. Saat sosialisasi kepada pihak pengajar rangkaian kegiatan Enviroment School ini mendapat respon yang baik dari pihak sekolah yang diwakili oleh Kepala Sekolah SDN Situ Gede 4 dengan diizinkannya kami melakukan kegiatan PKM tiap hari sabtu. Begitu pula tanggapan dari para pelajar yang dengan antusias mempehatikan informasi yang disampaikan ketika sosialisasi. Untuk mengukur tingkat pengetahuan mengenai lingkungan, ketika sosialisasi dilakukan pre-test kuesioner kepada para pelajar.
Berdasarkan pre-test kuesioner yang telah disebarkan pada awal kegiatan mengenai pemahaman peserta terkait pengetahuan siswa mengenai lingkungan dan sampah dari 120 reponden diperoleh hasil sebanyak 15 orang atau sekitar 13% (sangat memahami), 64 orang atau sekitar 53% (paham) dan sisanya sebanyak 41  orang atau sekitar 34% (belum memahami).. Hal tersebut menunjukan bahwa pengetahuan pelajar di SDN Situ Gede 04 mengenai etika lingkungan relativ rendah. Maka dari itu perlu dilakukan pendidikan mengenai etika lingkungan.
Rangkaian kegiatan lomba kelestarian kelas dilakukan dengan adanya sosialisasi ke tiap kelas mengenai dampak dari buang sampah sembarangan. Sealin itu saat sosialisasi juga disampaikan kriteria penilaian lomba kelestarian kelas yang meliputi kebersihan kelas, dekorasi kelas dari bahan daur ulang dan tanaman kelas (untuk pelaksanaan dekorasi kelas dan tanaman kelas diadakan setelah presentasi calon duta kepada teman sekelasnya). Selanjutnya untuk lomba duta lingkungan sekolah diawali dengan pembukaan yaitu pemberian materi mengenai duta lingkungan dengan memberikan alat bantu infocus, pemberian materi pengomposanpraktek penanaman sawi dengan menggunakan media tanah mineral, tanah organik,dan tanah campuran organik dan mineralTujuannya supaya peserta dapat mengetahui pertumbuhan tanaman “sawi” dengan berbagai media tanah.Saat kegiatan praktek berlangsung, peserta sangat antusias dan merasa senang terutama saat melakukan kegiatan penanaman dan pengomposanDengan  hal ini peserta dapat menambah pengetahuan mereka yang akan dikembangkan selanjutnya dengan mempresentasikan kegiatan ke teman sekelasnya yang merupakan salah satu kriteria penialaian duta lingkungan sekolah. Diakhir kegiatan diadakan kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah, penanaman pohon,ilustrasi pengomposan dan pengumuman lomba serta pembagian post-test kuesioner. Pada kegiatan kerja bakti, penanaman pohon dan ilustrasi pengomposan diadakan  Tanya jawab yang cukup interaktif di lapangan bagi peserta yang belum memahami materi secara penuh, sehingga para siswa dapat memahami inti dari rangkaian kegiatan, yang selanjutnya dibagikan post-test kuesioner.
Berdasarkan post-test kuesioner yang disebarkan di akhir kegiatan mengenai pemahaman peserta terkait pengetahuan siswa mengenai lingkungan dan sampah dari 120 reponden diperoleh hasil sebanyak 49 orang atau sekitar 41% (sangat memahami), 61 orang atau sekitar 51% (paham) dan sisanya sebanyak 10  orang atau sekitar 8% (belum memahami). Berdasarkan wawancara kepada beberapa pelajar didapatkan tanggapan bahwa kegiatan ini mendapat respon yang baik (positif) dan disarankan untuk dapat dilakukan pada periode berikutnya, karena banyak sekali ilmu yang didapat terutama mengenai pengetahuan lingkungan dan pengelolaan sampah. Selain itu, respon dari guru yang diwawancarai juga memberikan tanggapan yang positif, karena kegiatan tersebut dapat membantu para guru terutama guru mata pelajaran yang berkaitan dengan pengetahuan alam. Karena selama ini guru hanya sebatas memberikan teori pada saat jam sekolah, sedangkan prakteknya dapat terbantukan dengan adanya kegiatan Enviroment School ini. Begitu pula tanggapan kepala sekolah berdasarkan wawancara yang dilakukan, Beliau memberikan respon positif atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Kegiatan ini dapat memberikan ilmu yang bermanfaat bagi siswa terutama mengenai lingkungan hidup dan dapat menjadi salah satu program kerja yang dapat dilaksanakan dalam proses perintisan sekolah berbasis lingkungan yang saat ini sedang dilakukan di sekolah.

4.      Ketercapaian Target Luaran
Meningkatnya pengetahuan dan kesadaran para pelajar dalam menciptakan suasana kelas yang bersih, yaitu dengan terlaksananya jadwal piket kelas dan melepas sepatu ketika masuk kelas. Sebagaimana berdasarkan pre-test kuesioner yang telah disebarkan pada awal kegiatan mengenai pemahaman peserta terkait pengetahuan siswa mengenai lingkungan dan sampah dari 120 reponden diperoleh hasil sebanyak 15 orang atau sekitar 13% (sangat memahami), 64 orang atau sekitar 53% (paham) dan sisanya sebanyak 41  orang atau sekitar 34% (belum memahami). Berdasarkan post-test kuesioner yang disebarkan di akhir kegiatan mengenai pemahaman peserta terkait pengetahuan siswa mengenai lingkungan dan sampah dari 120 reponden diperoleh hasil sebanyak 49 orang atau sekitar 41% (sangat memahami), 67 orang atau sekitar 56% (paham) dan sisanya sebanyak 4  orang atau sekitar 3% (belum memahami). Selain itu, terdapat kesadaran pengajar akan perlunya pendidikan lingkungan, sehingga pengajar (pihak sekolah) berencana mengajukan program rintisan sekolah berbasis lingkungan pertanian ke pemerintah dan ditanggapi dengan adanya surat perintah kepada Kepala Sekolah dan perwakilan Dewan Guru untuk mengikuti pelatihan pendidikan lingkungan di Bangkok, Thailand 27 Mei – 2 Juni mendatang. Di sekolah juga tercipta budaya menanam dari pengajar dan pelajar di lingkungan sekolah untuk mengoptimalkan sediaan lahan yang ada.






5.      Permasalahan dan Penyelesaiannya
-          Teknis
Adanya perubahan susunan dan jadwal acara pada kegiatan PKM-M karena melihat kapasitas dan kendala waktu yang singkat serta penyesuaian jadwal kepada guru pembimbing dari SDN Situ Gede 4. Agar kegiatan pendidikan lingkungan ini tidak mengganngu kegiatan belajar peserta.
-          Organisasi Pelaksana
Adanya jadwal tim pelaksana yang bentrok dengan kegiatan ini sehingga anggota tim tidak dapat hadir saat kegiatanAkan tetapi, setiap permasalahan di lapangan dapat diatasi dengan pembagian tugas yang jelas, tepat, dan dapat dilaksanakan oleh masing-masing anggota tim pelaksana yang hadir pada pertemuan tersebut.
-          Keuangan
Pada pertemuan pertama dan persiapan menjelang pertemuan keenam, terdapat permasalahan mengenai keuangan, karena sisa dana talangan yang diberikan IPB saat itu tidak mencukupi untuk kegiatan. Akan tetapi, permasalahan tersebut dapat diatasi dengan membelanjakan uang sesuai kebutuhan.

6.      Penggunaan Biaya
Adapun untuk rincian penggunaan biaya yang telah dikeluarkan sebagai berikut:
Tabel Penggunaan biaya selama kegiatan PKMM
No
Nama pengeluaran
Jumlah
Harga Satuan (Rp)
Total (Rp)


1.


Proposal
1.Pembuatan Proposal
2.Perbanyakan Proposal
3.Surat Kerjasama
4.Pembuatan Kuisioner

1
8
2
240 lembar

Rp20.000
Rp15.000
Rp10.000
     Rp200

20.000
120.000
20.000
48.000
2.
Kumpul  dengan Anggot/Dosen
Transportasi
1. Konsumsi
2. Transportasi



15 kali
15 kali



Rp20.000
Rp7.500



Rp300.000
Rp112.500

3.

Publikasi:
1.Internet
2.Mading

-
2

-
Rp1.700

Rp20.000
Rp3.400
4.
Sewa LCD dan Layar
4 Jam
Rp35.000
Rp140.000
5.
Transportasi ( sewa mobil angkut barang, sewa motor, dan bensin )
12 pertemuan
-
Rp650.000
6.
Konsumsi Kegiatan
1. Konsumsi Pengajar
2. Konsumsi Mahasiswa
3. Konsumsi Siswa
12 kali
-
Rp800.000

7.

Tanaman:
1.Pohon
2.Sawi

20
1

Rp5.000
Rp20.000

Rp100.000
Rp20.000                  


8.


Hadiah:
1.Piala bergilir
2.Piala duta ling. Sekolah
3.Sertifikat
4.Plakat
5.Buku dan alat tulis

1
1
15
1
200

Rp135.000
Rp80.000
Rp3.000
Rp80.000
Rp2.500

Rp135.000
Rp80.000
Rp45.000
Rp80.000
Rp500.000


9.


Media Sosialisasi
1.      Sedotan pastik, kertas karton crayon
2.      Peralatan kebersihan
(Serokan sampah, sapu,   kain pel dan ember )

10


6


Rp7.800


Rp34.800


Rp78.000


Rp208.800

10.
Bedeng Kompos
  1.Material
  2.Tukang

1
1

Rp438.000
Rp150.000

Rp438.000
Rp150.000
11.
Monumen Environment School
1.      Plang dan figura

1

Rp275.000

Rp275.000
12.
Pembuatan rak sepatu
1.      Kayu
2.      Cat
3.      Tukang
2
-
2

Rp268.000
Rp10.000
Rp150.000

Rp268.000
Rp20.000
Rp150.000
13.
Pewarnaan tempat sampah ( di cat berwarna biru (organik ) dan merah (an-organik)
1.      Cat (merah & putih)
2.      Pilok
3.      Tukang

14

7
7
-



Rp10.000
Rp18.000
Rp100.000



Rp70.000
Rp126.000
Rp100.000
14.
Biaya Komunikasi
-
-
Rp100.000
15.
Pembuatan log book dan lap kemajuan
-
Rp23.300
Rp23.300
16.
Pembuatan film dokumenter
-
Rp250.000
Rp250.000
17.
Biaya sewa handycamp
-
Rp100.000
Rp100.000
18.
Biaya beli
-
Rp150.000
Rp150.000
19.
Pembuatan laporan akhir
-
Rp30.000
Rp30.000

TOTAL


Rp5.631.000

Pemasukan dari dikti Rp6.200.000, pengeluaran kegiatan Rp5.631.000

Comments

Popular posts from this blog

Harga Kayu Meranti 2020

Proposal : Pembangunan Tempat Pengolahan Kayu (Sawmill) Di Sekitar Jalur Cigudeg-Leuwiliang

Penerapan AMDAL pada Pembangunan di Bidang Kehutanan