[Ide Usaha] Bakso Gepeng Khas Pemalang



Pada era globalisasi seperti sekarang ini, selain kecerdasan otak dan pendidikan tinggi, kita juga di tuntut untuk mempunyai keahlian (soft skill) dan kreatifitas yang tinggi. Semakin sempitnya lapangan pekerjaan yang ada di Indonesia akan menjadikan persaingan antar-individu baik yang berasal dari kalangan pendidikan lulusan sarjana maupun yang bukan sarjana atau tidak berpendidikan menjadi sangat ketat di dunia kerja. Dengan demikian akan terjadi proses seleksi yang mengakibatkan individu yang tidak mempunyai pendidikan dengan strata intelektual minimal sarjana akan tersisi dan tidak mendapat pekerjaan dan akhirnya menjadi pengangguran. Naiknya angka pengangguran akan menaikan juga angka kemiskinan dan angka kriminalitas.

Harapan untuk diterima di dunia kerja setelah lulus sarjana tentunya tidaklah keliru, namun tidak dapat dipungkiri bahwa kesempatan kerja pun akan semakin habis, karena banyaknya lapangan kerja yang diciptakan lebih sedikit dibandingkan dengan angkatan kerja yang lulus sarjana setiap tahunnya. Oleh sebab itu semua pihak harus terus berpikir dan mewujudkan karya nyata dalam mengatasi kesenjangan antara lapangan kerja dengan lulusan institusi pendidikan. Lulusan perguruan tinggi,  khususnya sarjana diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru.

Kesenjangan ini merupakan penyebab utama peningkatan angka pengangguran. Sedangkan pengangguran adalah salah satu permasalahan pembangunan yang sangat kritis khususnya di negara Indonesia termasuk di daerah-daerah di pelosok Nusantara. Salah satu solusinya adalah dengan mencetak lulusan lembaga pendidikan yang memiliki potensi untuk mengembangkan keterampilannya menjadi usaha mandiri dan dapat membuka lapangan pekerjaan. Selain menjadi solusi bagi dirinya, usaha mandiri ini diharapkan dapat menyerap tenaga kerja pada usaha yang dirintisnya.Namun demikian pada prakteknya tidaklah mudah memulai suatu usaha. Rasa takut yang berlebihan akan kegagalan dan kerugian seringkali menghantui jiwa seseorang ketika akan memulai suatu usaha.

Keberanian untuk memulai merupakan modal utama yang harus dimilki seseorang untuk terjun dalam dunia usaha. Selain itu, motivasi juga sangat dibutuhkan karena dengan motivasi yang tinggi maka itu akan mendorong untuk berusaha lebih keras lagi. Namun itu saja tidak cukup, keberanian tanpa disertai perhitungan dan kemampuan berwirausaha seringkali menjerumuskan kita ke dalam situasi kegagalan yang berkepanjangan. Sehingga berdasarkan latar belakang tersebut, penulis tertarik untuk mengangkat suatu tema tentang kewirausahaan yang berjudul “Bakso Gepeng Khas Pemalang”

Bakso atau baso adalah bola daging. Bakso umumnya dibuat dari campuran daging sapi dan tepung, tetapi ada juga baso yang terbuat dari daging ayam atau ikan, untuk jenis bakso daging sapi, ayam, dan ikan sekarang mulai banyak di tawarkan dalam bentuk frozen yang di jual di super market, swalayan dan mall-mall. Dalam penyajiannya bakso biasa dicampur dengan kuah bening dan mi. Dalam proses pembuatanya biasa dicampurkan boraks atau bleng untuk membuat tepung menjadi lebih kenyal mirip daging, hal ini membuat bakso pernah dianggap makanan yang kurang aman oleh BPOM.

Bakso sangat populer di Indonesia, tempat yang terkenal menjadi sentra Bakso adalah Solo dan Malang yang disebut Bakso Kota Malang. Dipercaya bahwa bakso awalnya berasal dari Republik Rakyat Cina

Proses Awal Terbentuknya Ide Pembuatan Bakso Gepeng

Bakso gepeng merupakan salah satu makanan yang berasal dari Kota Pemalang, Jawa Tengah. Karena bakso gepeng merupakan makanan khas dari kota tersebut, maka hampir sebagian besar warga di sana menjadi pembuat dan sekaligus penjual bakso gepeng salah satunya Mas Abdul Basyir. Awalnya, Mas Abbul Basyir berjualan bakso gepeng di desanya, namun karena semakin banyak warga yang berjualan bakso, maka semakin ketat pula persaingan antar penjual bakso tersebut. Akhirnya, Mas Bayir mencari solusi dari masalahnya tersebut  yaitu dengan cara merantau ke kota besar. Kota yang pertama kali ia singgahi untuk berjualan bakso adalah Kota Depok. Laki-laki yang akrab dipanggil Mas Basyir tersebut hampir sepuluh tahun berjualan bakso di Depok yaitu dengan cara berjualan bakso keliling atau bakso dorong. Karena penjualan bakso di Kota Depok kurang menguntungkan, ia terus memutar otak dan mencari informasi lokasi-lokasi yang strategis dan prospektif untuk berjualan bakso gepeng. Akhirnya ia diajak seorang oleh temannya yang berjualan gorengan untuk berjualan bakso di Kota Bogor, yaitu di sekitar lingkungan kampus IPB Darmaga Bogor. Sehingga sejak tahun 2005, ia berjualan bakso gepeng di Jalan Babakan Raya Darmaga-Bogor tepatnya di depan swalayan Alfa Mart.


Pertama kali membuka kedai bakso, omset perhari nya hanya sekitar Rp. 100.000 sampai Rp. 200.000. Namun saat ini omset perharinya sudah mencapai Rp 1000.000.Suatu omset yang cukup besar untuk sebuah kedai bakso sederhana.

Proses Pembuatan Bakso Gepeng

Proses pembuatan bakso gepeng Pak Basyir ini masih menggunakan cara tradisional. Mereka menggunakan peralatan yang sederhana dan bumbu yang sudah turun-temurun dari keluarga. Dalam pembuatan bakso gepeng ini Pak Basyir dibantu oleh istrinya. Kegiatannya dimulai dengan  pergi ke pasar pada pukul 3 pagi untuk membeli bahan-bahan yang diantaranya: tepung terigu, daging sapi segar, penyedap rasa, garam, mie bihun, mie kuning, sawi, tauge, dan lain-lain. Setelah itu beliau dibantu istrinya untuk membuat bakso gepeng. Pertama-tama beliau memanaskan air untuk proses perebusan bakso gepeng, sambil menunggu air itu mendidih Pak Basyir membuat adonan bakso gepeng dengan mencampurkan tepung terigu, garam, penyedap rasa, daging sapi segar dengan takaran yang pas dan ditambah air secukupnya. Sebelumnya daging sapi telah digiling atau dihalukan terlebih dahulu. Adonan lalu diaduk-aduk sampai mengental. Pak Basyir mengatakan bahwa dalam pembuatan adonan bakso, adonannya jangan sampai lembek, karena jika adonannya  lembek, maka bakso gepeng tidak akan jadi seperti apa yang diinginkan atau tisdak bisa kenyal. Kemudian adonan itu dicetak dalam cetakkan, setelah itu bakso yang telah dicetak tadi direbus di air mendidih selama satu jam. Bakso diangkat lalu ditiriskan. 




Untuk kaldunya Pak Basyir menggunakan daging sapi, daging sapi tersebut direbus lalu ditambahkan bumbu yang telah dihaluskan yang berasal dari bawang putih, merica, garam, daun salam secukupnya. Proses penyajiannya yaitu dengan cara memasukkan mi kuning, mi bihun, sawi dan tauge direbus hingga lunak. Lalu di letakkan di mangkuk di tambahkan bakso gepeng dan ditambahkan kaldu yang telah direbus tadi. Jika menginginkan rasa yang lebih pedas atau manis bisa di tambahkan saus, sambal dan kecap. Warung bakso Pak Basyir  ini menjual dua varian. Pertama, bakso gepeng biasa seharga  Rp. 6000,- yang terdiri bakso gepeng dan bakso urat. Kedua, bakso gepeng spesial seharga Rp. 8.000- yang terdiri dari bakso gepeng dan bakso super isi daging.

Pengelolaan Usaha Bakso Gepeng

Dalam menjalankan usahanya ini Pak Abdul Basyir bekerja sama dengan kakaknya yang bernama Asmu’i. Mereka berdua menggunakan sistem bagi hasil dalam menjalankan usaha ini, dan dengan modal awal sekitar 10 juta. Untuk warungnya sendiri Pak Basyir belum mendapatkan tempat yang cukup luas. Ukuran warungnya hanya sekitar 2 x 5 meter, yang terletak di pojok depan sebuah toko swalayan. Untuk menjaga dan membersihkan warung, serta membantunya untuk melayani pelanggan Pak Basyir dibantu oleh dua karyawan. Awalnya, Pak Basyir tidak mempunyai seorangpun karyawan. Namun, karena semakin lama warung tersebut makin banyak peminatnya, maka Pak Basyir sangat kewalahan untuk melayaninya. Sehingga Pak Basyir merekrut 2 orang karyawan sekaligus untuk membantunya.

Ide Pengembangan Usaha

Setiap orang pasti ingin usahanya lebih maju dan lebih berhasil lagi. Sehingga untuk mencapai tujuan itu, dibutuhkan recana kerja yang matang . Untuk rencana kedepannya, kelompok kami mempunyai ide untuk mengembangkan warung bakso gepeng, yaitu dengan melakukan suatu inovasi baru. Salah satu diantaranya akan dibuat berbagai variasi pada bentuk bakso, yang pada awalnya hanya ada tiga macam varian, yaitu bakso gepeng, bakso urat dan bakso isi daging. Maka, kami akan menambah bentuk bakso lagi, yaitu  bakso cinta (bentuk LOVE), bakso rawit (bentuk kotak), dan bakso goreng. Selain dengan menambah variasi bakso, kami juga mempunyai ide baru. Mie yang tadinya digunakan untuk pelengkap bakso yakni mi gandum. Nantinya akan diganti dengan mi hijau, mi orange dan mie jagung. Mi ini terbuat dari bahan–bahan alami yaitu dari sayur-sayuran. Jadi selain dari warnanya yang dapat menarik minat para pembeli, mi ini juga sangat bermanfaat bagi kesehatan, karena mengandung banyak vitamin yang berasal dari sayur-sayuran tersebut. Kemudian, untuk menarik minat pelanggan, butuh dibuat suatu variasi dari segi tempat. Tempat yang digunakan untuk berdagang bisa saja dibuat suasana romantis, misalnya dengan cara memberi corak warna pink (merah jambu), atau yang lainnya yang sedang populer dan diminati para remaja atau mahasiswa. Para pelayan bakso harus menggunakan pakaian seragam yang bersih dan rapi, selain itu harus bersikap ramah dan sopan serta selalu tersenyum kepada pelanggan.


Suasana romantis akan banyak diminati remaja dan anak muda khususnya para pelajar  juga orang-orang tua yang ingin ber-nostalgia-an. Oleh karenanya, suasana tersebut harus tetap dipertahankan. Kemudian warung atau kedai bakso dikembangkan dengan cara membuka cabang di tempat-tempat strategis misalnya di lingkungan sekolah-sekolah atau kampus-kampus, kemudian tempat-tempat wisata atau suatu tempat yang mempunyai panorama alam yang indah. Semangat juang dan motivasi tentunya juga dibutuhkan, demi menjaga kelangsungan usaha,  perlu kerja keras dan pantang menyerah ketika mengalami keterpurukan usaha, misalnya kehilangan pelanggan, inovasi harus tetap jalan dan promosi juga harus terus dilakukan.

Hambatan dalam Mengembangkan Usaha dan Solusinya

Setiap orang dalam menjalankan dan mengembangkan usahanya pasti tidaklah mulus. Akan tetapi, ada saja hambatan yang menghadang. Begitu juga dengan usaha bakso Gepeng ini. Salah satu masalah yang paling umum yang pernah dirasakan oleh Pak Basyir adalah adanya rasa lelah atau bosen dalam mengelola usaha ini.



Masalah berikutnya yaitu adanya komplain dari konsumen. Mereka mengeluh kalau rasa baksonya kadang kurang ini kurang itulah.  Berbeda antara bakso hari ini dan sebelumnya. Misalnya dari rasa baksonya serta dari ukurannya. kegagalan dalam membuat bakso sering dialami, dan bakso yang gagal dibuat tersebut harus dibuang karena sudah tidak bisa digunakan. Hal itu mungkin disebabkan karena dalam pembuatan bakso gepeng itu mereka masih menggunakan alat-alat yang sederhana dan cara yang sederhana. Akan tetapi untuk mereka, kritik dan saran itu dijadikan sebagai sebuah masukan untuk lebih baik lagi kedepannya.

Rahasia mereka dalam mengelola usaha sehingga menjadi sampai sekarang ini yaitu dalam memulai suatu usaha kita harus memiliki motivasi yang tinggi untuk mewujudkan impian kita. Kita harus pandai dalam melihat peluang dan memanfaatkannya. Hilangkanlah rasa gengsi dan rasa malu ketika akan memulai suatu usaha,. Jalankan usaha dengan disiplin, bertanggung jawab, kreatif, dan inovatif.
Agar pembuatan bakso tidak mengalami kegagalan, alangkah lebih baiknya membuat bakso dengan menggunakan mesin, karena selain hemat tenaga, hemat waktu, kerja mesin sudah di setting sedemikian rupa sehingga secara otomatis bakso akan terbuat dengan sempurna.

Kesimpulan

Berwirausaha itu tidak hanya sebatas pada niat dan keinginan saja. Akan tetapi perlu suatu langkah awal untuk memulai usaha ini. Usaha bakso gepeng diawali dari sebuah impian, yaitu impian untuk memiliki suatu usaha sendiri. Pada prakteknya tidaklah mudah memulai suatu usaha. Rasa takut yang berlebihan akan kegagalan dan kerugian seringkali menghantui jiwa seseorang ketika akan memulai suatu usaha. Faktor penghambat dalam berwirausaha biasanya adalah faktor modal. Ini juga yang menjadi masalah dalam mengembangkan bakso Gepeng ini. Akan tetapi, karena adanya motivasi dan semangat yang tinggi untuk mewujudkan impian ini, alhamdulillah Pak Basyir dapat melewati hambatan datang kepadanya dengan baik.

Keberanian untuk memulai merupakan modal utama yang harus dimiliki seseorang untuk terjun dalam dunia usaha. Namun itu saja tidak cukup, keberanian tanpa disertai perhitungan dan kemampuan berwirausaha seringkali menjerumuskan kita ke dalam situasi kegagalan yang berkepanjangan. Selain itu juga dibutuhkan suatu impian, sehingga dari itulah akan timbul motivasi dan semangat yang tinggi untuk mewujudkan impian tersebut. Rasa malu untuk memulai suatu usaha harus dihilangkan, karena hal itulah yang menjadi masalah utama bagi mahasiswa. Seorang wirausahawan harus jeli melihat peluang, mampu memanfaatkan potensi diri, memanfaatkan teknologi, tekun dan tidak putus asa, disiplin, berorientasi ke depan, serta kreatif dan inovatif.










Comments

Popular posts from this blog

Harga Kayu Meranti 2020

Proposal : Pembangunan Tempat Pengolahan Kayu (Sawmill) Di Sekitar Jalur Cigudeg-Leuwiliang

Penerapan AMDAL pada Pembangunan di Bidang Kehutanan